Search

Loading...

Monday, February 21, 2011

Sepenggal Kisah Cowok dan Cewek LdR (Part 2)

Aku menulis ulang ini dari facebook dan postingan lain yg pernah aku buat, dan sekarang aku posting disini sebagai pencerahan saja. 

Cerita ini Cerita REAL, cerita salah 1 dari cwo dan cwe yang pacaran LdR. Bukan bermaksud LdR itu jlek, ato gmn. tapi LdR itu btuh kpercayaan LEBIH dan setiap org hrus saling mempercayai, karna rongga dari LdR itu adalah jarak dan kepercayaan masing - masing.

Banyak LdR mungkin sukses kisahnya, ada juga yg buruk kisahnya. tergntung msing² individu dan pasangan yang menjalankannya. untuk sumber cerita ini, sumber yg gw ambil dr seseorng yg memang dy yg merasakan,  dan ini rangkuman dari smuanya. aku cuma mengambil sebagian.

untuk alasan lainnya sperti mngapa aku membuat ini, ato aku bilang ambil darimana. itu msi privacy ^^. terima kasih kepada pihak yg bersangkutan, privacy kalian tetap privacy.

------------------------- the continue story begin from here-------------------------------

"Sunyi" itulah keadaan mereka berdua saat ditelp. Sudah hampir 5 menit mereka bertelephone, tetapi mereka hanya berdiam - diaman saja dan Sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 23.58.

"tik tok... ", karena Chellin sudah tidak sabar dan mulai mengantuk. Akhirnya ia memanggil Roy, "Mengapa kamu hanya diam saja ? Cepat bicara !?, aku sudah menunggu berhari - hari untuk menunggu jawabanmu."

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.59. Didalam hati Roy masih bimbang dengan jawabannya. Dia bukan berpikir tentang menerimanya atau tidak, tetapi dia berpikir untuk kedepannya. Apakah kedepannya itu berjalan lancar ? Sedangkan resiko dari LDR begitu besar.

"Ding.... Dong... ! Ding... Dong... !", Suara bel jam keras keluar dari Handphone Chellin. Suara jam di rumah Chellin ikut menemani dalam telephone tersebut. Roy sampai kaget mendengarkannya, dan sadar kalau waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 dini hari.

Roy akhirnya mengatakannya kepada Chellin "Ya, aku mau menjadi pacarmu.", dalam seketika pembicaraan didalam telephone tersebut langsung hening.
Chellin dalam hatinya merasa senang skali bahwa Roy sudah menjawab dan menerimanya. dan Roy juga sudah merasa lega sekali mengatakannya.

Dari keadaan mereka berdua yang sudah mengantuk, hilang seketika seperti habis bangun tidur. Dan Perbincangan-pun dilanjutkan hingga pagi hari. Layaknya seperti orang pacaran, merekapun juga sama tidak ada bedanya. walau jarak memisahkan mereka, SMS tetap dilakukan selama 24 jam, dan telephone-pun tetap sama. Tetapi hanya ada 1 kendala, yaitu mereka belum pernah untuk saling bertemu.

Beberapa hari pun berjalan terus tiada henti. Roy mulai tau Chellin aslinya seperti apa. Terkadang suara Chellin yang imut membuat sifat Chellin menjadi tertutup. Roy sempat mendengar Chellin pernah selingkuh serta menyakiti Cowok lain.

Tak habis pikir, Roy yang tidak bisa berbuat apa - apa, menjadi bimbang lagi setelah mendengar hal tersebut. Tetapi karena perasaan 'Sayangnya' Roy terhadap Chellin, membuat hal tersebut terbuang dari pikirannya


Terkadang dalam hati Roy ada hasrat untuk ingin menemui Chellin. Status pacaran yang dipegang oleh mereka berdua terganjal oleh satu masalah, yaitu mereka berdua belum pernah untuk bertemu.

Waktu itu Roy pulang dari kampus, ia langsung men-telp Chellin untuk menanyakan tentang pertemuan mereka. Tetapi Chellin tidak menjawab SMS tersebut. Roy pun akhirnya mulai gelisah, ia memutuskan untuk men-telp Chellin lagi, dan diwaktu yang sama ternyata Chellin lagi bersenang - senang diluar bersama teman - temannya dan Ia tidak tahu kalau Roy men-telp HP nya.

Roy akhirnya meninggalkan SMS kepadanya "Aku mau berbicara sesuatu denganmu..." 

Malamnya setelah Chellin pulang dari jalan - jalannya bersama teman - temannya, Chellin melihat SMS Roy tersebut dan penasaran akan hal tersebut. Akhirnya ia pun langsung men-telp Roy.

Untungnya Roy belum tidur saat itu. Ia masih terbangun menunggu Chellin merespon SMS tersebut. Dan akhirnya berbincanglah mereka berdua. Saat dipertengahan perbincangan mereka, Roy menyinggung sedikit tentang dirinya ingin menemui Chellin. Terkagetlah Chellin mendengarnya, dan Ia pun langsung diam tidak berkata sedikit-pun. Roy yang tidak tahu tentang apa - apa mulai bertanya "Kenapa ? Kelihatannya kamu rasanya kaget sekali mendengarnya ?", Chellin hanya membalas "Tidak apa - apa".

Roy akhirnya menanyakan lagi kepadanya, "Aku mau ketempatmu untuk bertemu denganmu, boleh kah ?"



Apakah jawaban Chellin kepada Roy ??
(to be continue... part 3..)

0 comments:

Post a Comment

Budayakan tinggalkan komentar dipostingan gua setiap anda mengunjungi blog saia, Thenkz